Benda yang Tak Bisa Dinilai dengan Uang

image source: minimalisti.com
"We don't remember days, we remember moments" -- Cesare Pavese

Apakah kalian pernah memiliki barang-barang yang dari tampilan fisik tidak begitu berharga, dari segi harga juga tidak terlampau wah, namun kalian tetap menyimpannya karena alasan tertentu?  Bukan, saya tidak sedang membicarakan mengenai barang-barang bekas dan menumpuk di gudang. Yang saya bicarakan adalah barang-barang yang karena suatu alasan "sentimental" tertentu, menjadi sangat berharga sehingga layak terus disimpan.

Silahkan sebut namanya sentimental value, sentimental objects, or anything, intinya barang-barang tersebut merepresentasikan sebuah momen berkesan. Saat kalian melihat kembali barang itu, ada sensasi tersendiri akan kenangan indah, haru, bangga dan sebagainya. Bagaimana? Sudah tahu barang yang dimaksud? Misalnya kalian memiliki sebuah pulpen yang harganya murah, bukan pulpen dengan desain mewah dan tinta antik. Pulpen tersebut ternyata pemberian dari seseorang tertentu, dan kalian hanya menyimpannya begitu saja, tidak digunakan, karena pulpen tersebut terlalu "berharga" untuk dipakai. Fungsi pulpennya jadi hilang. Kini dia bertindak sebagai benda pengingat akan seseorang yang memberikannya.

Seperti itu maksud saya. Coba tengok koleksi barang kalian kembali, dan hitung ada berapa jumlah benda semacam itu. Apakah banyak? Tidak apa-apa, menurut saya pribadi, tidak ada yang salah dengan tetap menyimpannya kok. Siapa tahu benda tersebut akan memotivasi kalian untuk terus beraktivitas. Benda tersebut dengan sendirinya memompa semangat kalian. 

"It has a lot of historic value, a lot of sentimental value" -- Bob Edwards

Nilai sejarah. Itulah kuncinya. Benda tersebut memiliki kenangan tersendiri, entah itu dari momennya, entah dari pemberinya, entah dari cara mendapatkannya, dan masih banyak lagi. Sebuah piala juara satu lomba menggambar tingkat TK, misalnya, bisa saja diduplikasi dan diperbanyak semua orang, tapi bukan itu yang dirasa si pemiliknya. Pemilik piala akan selalu teringat momen kemenangan yang dia peroleh begitu melihat benda tersebut.

Contoh lainnya adalah benda pemberian seseorang. Benda yang bisa saja mudah kita dapatkan di tempat lain, namun bukan itu esensinya. Benda tersebut memberikan sebuah kenangan akan si pemberi, membuat kita ingin tetap menyimpannya. Pasti kalian juga memilikinya, bukan? "Seseorang" yang dimaksud disini bisa saja keluarga, sahabat, kekasih, dan lainnya. Dijamin, benda tersebut tidak bisa dinilai dengan uang, berapapun jumlahnya.

"Some people just don't understand sentimental value" -- Akmal Hanif

Meski bisa jadi semua orang memiliki benda semacam itu, tapi belum tentu semua orang memahami konsepnya. Misalnya saja, orang lain tega membuang koleksi buku langka yang telah kita simpan bertahun-tahun dengan alasan menghemat ruangan. Begitu melihat kita bersedih karena kehilangan, mereka akan berkata, "Bukankah cuma buku? Bisa dibeli lagi". See? Hal-hal semacam ini yang entah bagaimana sulit dipahami orang kebanyakan. Atau, jangan-jangan saya yang terlalu membesarkan hal ini? Haha.

Jika kalian memiliki barang-tak-bisa-dinilai-dengan-uang, pastikan menyimpannya dengan baik. Jika bisa dilihat orang lain, pastikan mereka mengerti bahwa barang tersebut sangat berharga sehingga mereka akan menghormati keputusan kalian untuk tetap menyimpannya. Well, bisa jadi saya terlalu melebihkan masalah ini (haha), tapi percayalah, saya juga memiliki benda semacam itu, dan sangat tidak suka jika orang lain meremehkan keputusan saya untuk tetap menyimpannya. Benda tersebut bisa memberi saya motivasi setiap hari, sebuah hal langka yang mungkin tidak semua orang mendapatkannya.

"I keep it for its sentimental value" -- Jess Michaels

Sekali lagi, tidak semua orang bisa memahami konsep sentimental value ini. Hm, sentimental value. Dari namanya saja sudah terkesan "lemah", sehingga adakalanya orang lain akan mencibir keputusan kita untuk tetap menyimpan benda-benda semacam itu. Saya tidak menyalahkan cibiran mereka. Kenangan memang seharusnya dikubur saja, dienyahkan tanpa jejak. Biarlah kita menjalani hidup untuk saat ini dan masa depan, ya kan?

One thing for sure: kita bisa hidup sampai saat ini setelah menjalani momen-momen berharga di masa lalu, yang telah menjadi sejarah, iya kan? Justru dari momen-momen tersebutlah kita bisa menjadi pribadi seperti saat ini. Jika kita tidak belajar dari masa lalu, kita tidak akan menjadi manusia yang berbeda secara positif. Mengerti maksud saya? 

Now, the question is: Jika momen-momen berharga tersebut kita lupakan begitu saja, dan berharap menjadi manusia berbeda di masa mendatang tanpa mengambil pelajaran apa pun dari sejarah pribadi, bisakah hal itu dilakukan? I don't think so. Oke, saya mengerti bahwa kenangan buruk bisa memicu depresi dan hal-hal negatif lainnya, tapi bagaimana dengan kenangan indah? Jika ternyata kenangan indah bisa memacu semangat untuk terus maju, kenapa harus dilupakan, begitu pula dengan benda-benda yang menyertainya?

Well, ini hanya sekelumit pikiran saya. Pada akhirnya, pilihan tetap di tangan kalian, ingin tetap menyimpan benda-benda semacam itu atau justru melupakannya. Ingat, semua tindakan ada resikonya. Kita semua telah dewasa. Kita bisa menentukan mana yang baik dan mana yang tidak.

Atau, jangan-jangan... kita terlalu melibatkan emosi dalam melakukan sebuah tindakan, sehingga apa yang terlihat baik menjadi buruk, dan sebaliknya?

Think about it. 
You are what you think.
You are what you do.

-Bayu-


Note: Gabungan synthpop dan alternative rock yang terangkum dalam lagu "Balance" milik Future Islands menemai saya dalam menulis artikel di atas. Lagu ini sungguh memantik ide-ide yang menari liar di kepala. What a great song.
image source: pitchfork.com

2 komentar

  1. Bahkan gue masih menyimpan gantungan kunci atau pin dari seseorang, Bay. Gak tau kenapa, itu sebuah tanda kalau dia masih ingat gue ketika dia jalan-jalan dan sempat-sempatnya memberikan gue hadiah. Maka, gue pun juga ingin mengingat orang yang sudah baik ke gue dengan cara menyimpannya. Sederhana, bukan? :))

    BalasHapus
  2. emang banyak benda pemberian seseorang yang berharga bagi kita itu tdk bisa dinilai dengan uang

    BalasHapus

 

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.