Lupa

Image source: theguardian.com
Manusia itu pelupa, itu sudah jelas. Saya tidak pernah menemukan orang yang tidak pernah lupa tentang suatu hal, seremeh apapun itu. Pasti ada saja yang kita lupa, entah itu lupa mengingat nama seseorang, lupa menaruh suatu benda, lupa tanggal ulang tahun seseorang, lupa sebuah teori, dan sebagainya. Saya sendiri terkadang lupa menaruh suatu benda atau lupa sebuah teori, dan lupa lainnya. Saya masih menganggap itu normal, karena orang-orang terdekat saya pun kerap melakukannya hehe.

Sebuah buku berjudul "Still Alice" menyadarkan saya bahwa sebuah lupa bisa sangat berdampak serius, manakala hal tersebut menjadi sebuah penyakit. Novel karya Lisa Genova ini didaulat menjadi #1 New York Time Bestseller, telah difilmkan pula (yang belum sempat saya tonton) dengan pemain Julianne Moore, Kate Bosworth, Alec Baldwin, juga Kristen Stewart. Filmnya sendiri telah mendapatkan satu Oscar untuk Best Performance by An Actress in a Leading Role yang diraih oleh Julianne Moore.

Novel ini mengisahkan mengenai Alice Howland, seorang profesor psikologi kognitif di Harvard sekaligus ahli linguistik terkemuka. Dia telah banyak menuangkan gagasan melalui jurnal ilmiah, dan sumbangsihnya terhadap Harvard tidak perlu diragukan lagi. Manakala "lupa" terus-menerus menyerangnya, Alice mendadak cemas akan kemampuan otaknya. Alice kadang lupa menaruh sesuatu, lupa mata kuliah yang harus dia ajarkan, lupa mengingat istilah yang sudah sangat dihapalnya, dan yang paling fatal adalah lupa jalan pulang saat dirinya sedang berlari santai di sore hari. Diagnosa dokter saraf membuatnya terhenyak. Alice menderita serangan dini penyakit Alzheimer (usianya baru menginjak lima puluh tahun, sementara penderita Alzheimer biasanya berusia 65 tahun ke atas).

Berikut kutipan mengenai Alzheimer dari alzheimerindonesia.org: "Penyakit Alzheimer merupakan penyakit fisik yang mempengaruhi otak. Selama berjalannya waktu penyakit, protein plak dan serat yang berbelit berkembang dalam struktur otak yang menyebabkan kematian sel-sel otak".


Jujur, saya tidak terlalu paham mengenai Alzheimer ini, jadi jika diantara kalian ada yang lebih mengerti, mohon berkenan untuk menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami di kolom komentar :-) Terima kasih sebelumnya.
Image source: nasirullahsitam.com
Saya merasa terhanyut saat membaca novel ini, bagaimana Lisa Genova mengisahkan jalan pemikiran sosok Alice dengan begitu detil dan menyentuh. Alice digambarkan sebagai sosok wanita yang tidak pernah menyerah dalam melawan penyakitnya, dan dia sangat beruntung mendapatkan keluarga yang masih mendukungnya terus-menerus. Mereka tidak malu mendapati Alice yang menderita Alzheimer.

Setelah menyelesaikan membaca novel ini, saya jadi terpikir satu hal: Memang benar manusia itu pelupa, tapi masih ada yang dapat kita lakukan untuk meminimalkan hal tersebut. Masih banyak yang dapat kita lakukan untuk "mengingat", seperti yang Alice lakukan dalam novel itu: mencatat di komputer, membuat reminder lewat smartphone, meminta dukungan dari keluarga terdekat, membaca, dan lainnya. Meskipun hasilnya tidak maksimal, setidaknya Alice telah mengajarkan satu hal, yakni pantang menyerah. Manusia dikarunia oleh Allah SWT sebuah akal pikiran yang maha dahsyat untuk menemukan sebuah solusi.


Saya sendiri masih menjadi manusia yang kerap melupakan sesuatu. Untuk mengatasinya, biasanya saya membuat reminder di smartphone untuk beberapa hal penting. Belum lagi jika ada ide yang melintas di kepala untuk sebuah postingan misalnya, saya akan buru-buru mencatatnya di smartphone juga. Untuk urusan pekerjaan, meja kerja saya kerap dihiasi dengan post-it berisikan daftar pekerjaan atau reminder hal tertentu, agar mudah saya lihat setiap saat. Tapi sepintar-pintarnya manusia berbuat, pasti tetap ada unsur salahnya. Terkadang saya lupa membuang post-it yang seharusnya belum dibuang, atau lupa melaksanakan reminder yang telah saya buat sendiri. Haha. Ironis. Begitulah. Setidaknya "lupa" ini masih dapat kita minimalkan resiko merusaknya.


"The only thing faster than the speed of thought is the speed of forgetfulness" -- Vera Nazarian

The question is: Pernahkah kalian memiliki masalah mengenai lupa? Jika iya, apa cara terbaik yang dapat diperbuat untuk meminimalkan hal tersebut?  

-Bayu-
Note: Kuat, indah dan berkarakter. Itulah sederet kehebatan vokal Adele. Tidak diragukan lagi banyak yang menyukai lagu-lagunya. "The Sweetest Devotion" adalah sebuah track penutu
p yang sempurna di album 25. Lagu ini yang paling berkesan di benak saya dalam album tersebut, sehingga saya jadikan musik pengiring saat menulis postingan ini.
Image source: en.wikipedia.org

66 komentar

  1. oh itu...ada filmnya~
    alzhaimer itu emang salah satu penyakit yang paling menyedihkan. karena kita bisa lupa sama orang yang dekat sama kita begitu saja. selain still alice, kalau film ada beberapa refrensi yang lain kayak: a moment to remember, atau filmnya raditya dika single :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Jev, ada filmnya, dapet Oscar juga untuk kategori Best Actress in A Leading Role. Dari yang gua baca, Alzheimer ini efeknya luar biasa, berpengaruh banget sama kehidupan si penderita dan orang-orang sekitarnya.

      A moment to remember gua belom nonton, dari yang gua tahu sih filmnya emang bagus ya, menyentuh.

      Hapus
  2. Setahu saya Alzhaimer sama dengan Pikun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Risma: Well, Alzheimer kelihatannya lebih kompleks dari sekedar pikun :)

      Hapus
  3. Ngeri juga ya kalo dapet penyakit alzheimer di usia 65 tahun nanti.
    Tapi di zaman yang canggih ini, kita bisa meminimalisirkan unsur lupa yang ada di diri kita. Kita yang mempunyai smartphone harus menggunakan fitur fitur yang bermanfaat supaya smartphone gak mubazir dibeli, yaa walaupun untuk hal sederharna membuat lupa kita berkurang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih ngeri lagi kalo kenanya di usia di bawah 65 tahun, sama kayak yang dialamin Alice di novel ini.

      Bener. Setidaknya kita bisa meminimalisir unsur lupa. Smartphone banyak bisa banget dijadiin pengingat, at least jadi lebih terorganisir :)

      Hapus
  4. Waaaks. Pelupa. Itu aku banget. Aku sering lupa sama hal-hal baru, pekerjaan baru. Apalagi kalau hal itu diajarin secara teori aja, nggak dari praktek. Dikasih tau sekali, eh lupa. Jadi harus dilakuin berkali-kali, dijadikan kebiasaan. Aku sampe dikatain bloon waktu kerja awal kerja dulu karena harus dikasih tau berkali-kali. Haha. Sedih. Kayaknya ingatan motorikku lebih kuat daripada ingatan di kepala *ini apa dah*

    Alzheimer. Terdengar gila atau apa, tapi jujur, itu penyakit favoritku. Karena sifat pelupaku yang menurutku parah. Waktu jaman sekolah Aku memprediksikan kalau tua nanti aku bakal kena alzheimer. Aku juga menganggap aku ini sebagai calon pengidap alzheimer. Bodohnya lagi, aku punya alter ego namanya Alzhema. Dengan alter ego itu, aku bisa manfaatin sifat pelupaku untuk hal lebih baik. Lupa kalau aku orangnya melankolis banget, lupa sama orang-orang yang ngecewain, lupa kalau punya pacar jadi jomblo bahagia, lupa gimana caranya nangis. Ya ampun ini komen kok ngenes ya. Hahaha maaf ya, Bay :'D

    Untuk film Still Alice, aku belum pernah nonton. Waktu itu sempat download, tapi karena subtitle-nya nggak sesuai sama filmnya (kecepatan), aku nggak mood buat nonton. Huhu. Segitu nyerahnya. Tapi katanya sih filmnya sedih. Dan iya memang sedih, kalau dilihat dari ulasan kamu soal novelnya itu.

    Iya, aku setuju. Semua orang pasti pernah lupa. Dan Alhamdulillah, kita sebagai manusia diberi lupa dan diberi fasilitas untuk meminimalisir pelupa kita itu. Aku juga suka nyatat di note hape dan tulis di post-it kayak kamu, Bay. Punya blog seperti ini juga sebenarnya upaya untuk meminalisir lupa, kita menulis di blog agar nanti kita bisa ingat momen di blog itu dan nggak ngelupainnya. Gitu kali ya. Hehe.

    Itu lagu dari album terbarunya Adele ya, Bay? Belum pernah denger. Tapi kayaknya bagus. Aku baru denger yang Hello doang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komen apa bikin postingan Cha?
      kurang panjang

      Hapus
    2. Berarti lo tipe orang yang kalau diajarin lebih cepet ngerti pake praktek ketimbang teori ya? Kalau dilakuin terus-menerus, emang akan lebih diingat otak, dan jadi kebiasaan. Sabar ya Cha kalo dikatain bloon pas awal kerja, gua juga pernah gitu soalnya hehe. Namanya kerja, mereka nuntut profesional soalnya :D

      Waduh, lo memprediksikan pas tua nanti kena Alzheimer? Jangan sampe Cha :(
      Oh, jadi alter ego lo si Alzhema itu terinspirasi dari penyakit Alzheimer? Keren juga ya dijadiin nama alter ego, tapi semoga cuma sebatas alter ego aja hehe.
      Ngga apa-apa Cha, toh hidup ini emang ada ngenes-ngenesnya kan? :p

      Haha, gua juga belom nonton filmnya, keburu curi start duluan dengan baca novelnya. Iya, dari review-reviewnya kelihatannya film Still Alice bagus.

      Keren nih. Blog dijadiin media pengingat. Jadi pas tua nanti kita bisa flashback memory ya, karena semua momen itu sangat berharga. So, keep blogging Cha :D

      Iya, dari album terbarunya Adele yang "25". Semua lagu-lagunya keren, termasuk yang "Hello" itu, sampe bingung mana yang bisa dijadiin jagoan. Coba didengerin yang "The Sweetest Devotion", track penutup yang bagus menurut gua :D

      Hapus
    3. Chisana: Haha. Ngga apa-apa :D

      Hapus
  5. Pelupa, untung gue bukab pelupa. Gue malah sebaliknya bay, tipe orang yang susah banget buat lupa, pasti keingetan terus..
    Tapi ada nggak enaknya sih punya sifat yang gak gampang lupa, iya susah move on ,, hehe ..

    Alzheimer ya ?? jadi penasaran kisah alice gimana ??
    Penasaran aja sama jalan kehidupan orang yang suka lupa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, serius Ka? Otak lo kuat juga ya nyimpen memori. Haha, iya juga sih, kalo sekalinya punya kenangan buruk, malah jadi keingetan terus ya, jadi susah move on :p #DukungAzkaMoveOn

      Iya, kisah Alice nyeritain tentang Alzheimer. Penasaran ya? Silakan ditonton filmnya atau dibaca novelnya. Iya, gua awalnya juga penasaran karena pengen tahu jalan pikiran si Alice ini gimana, dan novelnya pun ngegambarin itu. Duh, semoga kita ngga ada yang kena Alzheimer, Ka.

      Hapus
  6. Kayanya aku tertarik nonton filmnya, deh. Soalnya suka dengan actingnya Julianne Moore :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tertarik ya nonton? Sama, tapi belom kesampean hehe. Yap, aktingnya Julianne Moore makin kesini makin keren, dan luar biasanya di film ini, dia nyabet piala Oscar :) sebuah bukti tak terbantahkan kalo aktingnya luar biasa.

      Hapus
  7. Wah tulisan mas Bayu kali ini membahas tentang lupa ya.
    Cukup seru sih. Tentu semua manusia pernah merasakan lupa akan sesuatu atau khilaf.
    Aku sih jadi teringat pernyataan salah satu mentor spiritual favoritku bahwa lupa itu bisa jadi adalah sebuah nikmat. Ilustrasinya begini, misalkan hari ini kita melihat kecelakaan yang begitu mengerikan. Tetapi, bisa jadi 10 atau 20 tahun kemudian kita sudah lupa akan kejadian tersebut. Bayangkan, bisa jadi trauma hal semacam itu jika terus melekat dalam pikiran kita.

    Seperti biasa, rasa-rasanya setiap tulisan di blog ini terinspirasi dari sebuah buku yang telah rampung terbaca ya mas. Saya sendiri kurang tahu sih buku ini, belum pernah membacanya. Kayaknya sih inspiring story gitu ya?

    Alzheimer itu kalau tidak salah sama sseperti demensia. Penyakit yang menyebabkan berkurangnya kemampuan otak kita dalam berpikir, mengingat, juga mengkoordinasikan berbagai macam aktivitas.Pernah saya paparkan sih di salah satu postingan saya mas hehe.

    Yap, tentu banyak sekali cara untuk mencegah lupa. Saya sendiri terkadang membuat reminder notes di smartphone. Karena layaknya sebuah ilmu, untuk menjaganya itu kan ditulis :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Diw. Semua manusia pasti pernah lupa, udah kodratnya.

      Lupa bisa jadi adalah sebuah nikmat. Wah, mindset yang bagus nih, jadi "lupa" itu memang perlu. Ya, trauma bisa bikin sengsara ya :(

      Haha, inspirasi kali ini kebetulan karena emang abis baca buku yang oke punya. Yes, Still Alice is definitely one of the inspired story :)

      Alzheimer itu merusak banget, bisa membuat kehidupan si penderitanya jadi berubah drastis :(

      Nah, samaan kita berarti ya, suka ngebuat reminder di smartphone. Bener banget, layaknya sebuah ilmu, untuk menjaganya perlu sebuah tulisan :)

      Hapus
  8. Pernahkah kalian memiliki masalah mengenai lupa? Jika iya, apa cara terbaik yang dapat diperbuat untuk meminimalkan hal tersebut?

    Bukan pernah lagi, sering naudzubillah.
    Sampe kalo mau apa-apa diwaktu kedepan gua bakal minta tolong orang-orang terdekat gua buat ngingetin. enggak cuma satu-dua tapi bisa belasan orang ua suruh ngingetin.
    Entah pelupa gua ini turunan apa gimana? karna Ayah, Mama, sampe adek gua yang masih kelas 1 SD udah pada pelupa semua. pokoknya ga ada yang bener. sekeluarga ingatannya lemah semua.

    Kalo cara buat mengatasi pelupa kronis ini biasanya gua biasain bawa buku agenda kecil tiap kemana-mana sama pulpen, jadi setiap ada apa gua catet, dan tiap beberapa waktu gua uka lagi buat baca list-list apa aja yang harus gua lakuin.
    terus dengan minta tolong orang lain buat ngingetin itu juga sering.
    Sama memanfaat kan benda kecil segala nya yang namanya post-it itu sangat membantu sih. :')

    Dalam belajar, gua biasa belajar sambil dengerin lagu, jadi setiap gua denger lagu yang sama di waktu lain, bakal keinget materi-materi yang gua baca bersamaan dengan lagu itu. makannya kalo ulangan kadang pengen banget gua pake headset terus nyetel lagu. biar inget semua materi. :D

    Soal Alzheimer. hhm gua takut kalo sampe kena penyakit itu tua nanti. kalo bisa jangan sampe deh, pasti gaenak banget kalo tiba-tiba lupa sesuatu yang sudah biasa disekeliling kita sepanjang usia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, lo malah sering lupa ya, Dibah? :D
      Ya allah, sampe belasan orang lo minta suruh ngingetin? Luar biasa. Sedia payung sebelum hujan lah ya, daripada urusannya makin ribet, mending minta orang-orang terdekat untuk ngingetin.

      Nah ini juga oke nih, bawa buku agenda kecil sama pulpen. Gua juga pernah gitu, tapi malah agendanya kadang keselip, atau lupa dibawa haha. Jadi gua sekarang lebih enak nyatet lewat smartphone. Yap, post-it really worth it :)

      Sama Dibah, gua juga kalo belajar enakan sambil dengerin lagu, tapi yang instrumentalia aja, alias lagu klasik, kalo yang ada liriknya malah jadi ngga fokus.

      Duh, semoga semua yang comment di blog ini ngga kena Alzheimer nantinya, termasuk gua sendiri. Aamiin.

      Hapus
  9. Yah namanya juga manusia tempatnya salah dan lupa.

    Filmnya juga kayaknya bagus dan bikin penasaran hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Wida, manusia itu tempatnya salah dan lupa hehe. Udah paketannya demikian. Justru dari kesalahan dan lupa itu kita akan belajar banyak hal :)

      Nah, penasaran juga ya? Untuk novelnya, bagus kok, untuk film, belom bisa kasih comment, belom nonton soalnya hehe :p

      Hapus
  10. yap betul banget. kita emang gak bisa lepas dari yang namanya lupa itu. tapi setidaknya kita bisa meminimalkannya.

    good mas Bayu ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak bisa lepas, namun bisa meminimalisir ya Thur, soalnya dari lupa itu justru bisa diambil banyak banget hikmah.

      Hehe, thanks ya :D

      Hapus
  11. Gak pernah bisa lepas dari lupa ya kita. Ada aja moment kita lupa sesuatu. Dan Alzheimer biasanya diusia tua makin tua lupanya makin banyak. Tapi dari yang gue baca Alzheimer bisa mengakibatkan kematian. Serem juga :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Rin, ada aja moment kita lupa sesuatu, dari yang paling kecil sampe yang gede. Iya, Alzheimer seringnya menyerang orang-orang yang sudah tua, meski yang masih muda pun bisa kena juga. Serem penyakitnya :(

      Hapus
  12. film barat emang banyak yang mengulas latar belakang psikologis ya bay...
    dan kayaknya film ini emang bagus deh, soalnya banyak diulas blogger-blogger kapan hari nemu ulasan di blog siapa gitu...dan sekarang giliran dirimu yang bahas..keknya emang patut ditonton..

    eh ngomong-ngomong alzeimer, jadi inget ada film korea lawas juga yang ceritain alzeimer tapi diidap ama wanita yang masih muda juga, kalo ga salah judulnya a momment to remember.

    still alice bagus novelnya atau filmnya nih ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Nit, film Hollywood banyak yang ngulas hal-hal psikologis. Mereka pun ngolah materinya sedemikian rupa, hasilnya jadi bagus, ngga nanggung. Dari sisi ilmu dapet wawasan baru, dari sisi drama, dapet sebuah kisah yang bagus dan inspiratif.

      Iya, "A Moment To Remember" kayaknya bagus. Gua udah baca review-reviewnya dan kelihatannya patut ditonton juga :D

      Well, karena gua baru baca novelnya dan belom nonton filmnya, jadi belom bisa bandingin, sorry... hehe. At least gua bisa bilang kalo novelnya oke kok. Mantap :)

      Hapus
  13. jadi penasaran sama novelnya mas...:)
    salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, bisa coba dicari di toko buku terdekat, semoga stoknya masih melimpah.

      Salam kenal juga :)

      Hapus
  14. Tapi kenangan bersama mantan susah banget yah lupa'a Hahahah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, kalo ngomongin mantan mah udah ga perlu ditanya lagi gimana proses melupakan kenangannya :D tapi setiap orang beda-beda sih proses move on-nya, ada yang cepet ada yang lama.

      Hapus
  15. Gue juga pikunan orangnya (;-_-) kadang suka lupa naro benda yang baru aja dipegang

    Novelnya dibumbui romance gak mas bay??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gitu ya Vir, sampe kadang lupa naro benda yang baru aja dipegang hehe. Apalagi kalo bendanya kecil dan gampang jatoh atau nyelip, wah... bakalan lebih susah lagi ngingetnya :p

      Novelnya dibumbuin romance sedikit, karena kan diceritain juga gimana sang suami mendampingi si Alice melewati semua cobaan Alzheimer. Tapi ga sampe jatoh ke drama melankolis kok, soalnya ini novel bener-bener ngegambarin perjuangannya Alice melawan Alzheimer.

      Hapus
  16. Sebenernya gue termasuk pengingat yang baik. Tapi itu lebih ke jangka panjang. Kalo jangka pendek, rada susah. Makanya gue lebih gampang nulis kejadian yang udah lama banget, dibandingkan dengan hal yang baru terjadi.

    Untuk meminimalisir itu, ya gue menulis. Menulis poin-poin pentingnya aja dulu di post itu atau note hape. Atau gue potret sebuah tempat. Biasanya gambar itu juga untuk bantu daya ingat.

    Gitu sih, Bay. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok gue sama kayak elu, Yog? Hahaa
      Iya, lebih ke suka mengenang kejadian masa lalu. Sampai detail juga masih ingat.

      Hapus
    2. Yog, gua malah lupa kejadian yang lama terjadi, beneran, sampe kadang suka bingung sendiri mesti gimana cara ngingetnya haha.

      Menulis udah cara paling ampuh ya Yog untuk mengingat sesuatu. Hm, oke juga nih, mengabadikan sebuah tempat untuk mengingat. Ya, apapun itu, setidaknya bisa ngebantu kita untuk kembali mengingat. Teknologi semakin canggih, mesti kita manfaatkan dengan baik.

      Sip deh :)

      Hapus
    3. Yoga ama Wulan pada bisa nginget kejadian yang lama ya? Hebat banget. Gua malah ngga :(
      Boro-boro detilnya, kadang kejadian itu bermula dan endingnya gimana aja gua suka lupa...

      Hapus
  17. pelupa,
    hampir semua anak muda jaman sekarang itu pelupa.

    gue pernah denger dari siapa tau.. hehe
    katanya penyakit lupa ini disebabkan karena kita sering bobo bareng sama hape. tau sendiri dong hp sekarang udah jadi kebutuhan primer dan setiap orang pasti punya.
    pernah denger juga kalo hal pertama yang dilakukan ketika bangun tidur adalah nyari hape. iya kan? kadang juga kita dengerin musik pake headset sebelum tidur. jadi jelas dong kalo kita emang tiap hari bobo bareng hape, hayo ngaku??
    nah bahaya radiasi dari hp itulah yang menyebabkan kita punya penyakit lupa.

    beda banget sama orang jaman dulu, dimana hp adalah barang langka. dan dimana tidur cuma bertemankan foto mantan hitam putih dalam dekapan. eaaaakk

    ditempatku kerja sekarang yang jadi bukti nyatanya. daya ingat para atasanku yang emang udah pada tua itu kuaaaaat banget. sumpah.
    mereka bisa inget kejadian sekeciiiiiiiiil apapun yang terjadi beberapa bulan kebelakang. hebat.
    ga kaya gue, yang ditanyain kejadian yang terjadi sekitar duajaman yang lalu aja kadang suka lupa.

    ini terlepas dari masalah umur yah.

    maaf sotoy.
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini aku banget. *mulai sekarang buang hp*

      Hapus
    2. Teknologi memanjakan dan membuat lupa ya Put, kurang lebih begitu yang dirasain anak muda hehe.

      Waduh, emang bener sih kalo radiasi hape bisa merusak otak, gua juga pernah baca. Gua sekarang kalo tidur, hape gua taro jauh-jauh. Dulu gua masih suka dengerin musik pake headset sebelum tidur, tapi sejak tahu akibatnya bisa merusak kuping, gua sekarang ngga begitu lagi.

      Iya Put, orang zaman dulu ingatannya kuat parah. Bos gua bisa nginget detil angka yang dia laporin bertahun-tahun lalu, sementara gua ngga sekuat itu ingatannya haha.

      Ngga sotoy kok, thanks ya infonya ;D

      Hapus
    3. Laili: Sabar, sabar, ngga harus buang hapenya juga :p

      Hapus
  18. zaman sekarang orang2 lebih banyak pelupanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, salah satu alesannya bisa dibaca di comment-nya si Puti. Teknologi memudahkan sekaligus merusak tanpa kita sadari.

      Hapus
  19. Abis baca review ini aku jadi inget film korea yang pernah juga mengkisahkan tentang Alzheimer ini.
    Kalau di buku ini usia menginjak 50 th, yang di film itu malah istri dari pasangan baru menikah.
    Karena Alzheimer katanya bisa menyerang jiwa jiwa muda juga. Mungkin karena faktor tertentu.

    Lupa memang penyakit, dan setuju banget ka bay kalau kita memang harus melawan itu dengan banyak banyak melatih diri untuk mengingat. Bikin reminder di notes2 contohnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang "A Moment To Remember" berarti ya? Oke sip, itu film kelihatannya emang recommended. Kasihan banget ya, Alzheimer diderita oleh orang berusia muda :(

      Iya, karena lupa sudah mendarah daging, jadi sebaiknya kita memanfaatkan segala hal yang bisa dipake untuk mengingat :)

      Hapus
  20. Bahkan saya sendiri saking pelupanya sering dibilang "Belum tua aja udah pikun", sakit..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, sabar bro, dapet komentar begitu dijadiin self reminder aja. Mulai sekarang lebih fokus lagi untuk mengingat :)

      Hapus
  21. Pelupa emang kadang bikin galau gak jelas. Terutama ketika gue lagi nyari materi buat blog, kemudian di tengah jalan lagi nulis asik-asiknya. Gue lupa bahas apa lagi? Ya, akhirnya gue tinggalin tulisan itu. Jadiin Draf. Mencoba mengingat. Kalo udah 3 hari gak inget, udah deh. Gue tinggal.

    Suka lupa ini, katanya bukan karena apa yang kita alami. Sekarang yg mudah udah banyak lupa. Keknya konsumsi makanan juga jadi salah satu faktor kenapa gampang lupa. Terus, teknologi juga. Suka menyibukkan kita. Sehingga semuanya dianggap bisa disimpan.

    Ya, seperti yg lo bilang yu, membuat catatan gitu. Gue sering banget. Meskipun nanti inget. Daripada lupakan?

    Btw, salam kenal yu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, urusan draft tulisan emang ga jauh dari aktivitas ingat-mengingat. Kalo gua, lagi asyik-asyiknya nulis draft, terus keganggu sama aktivitas lain. Pas balik ke draft, lupa mau ngebahas apa. Ujung-ujungnya dipoles lagi pake materi baru.

      Iya Bang. Faktor makanan juga bisa jadi salah satu pemicunya, apalagi sekarang kan banyak dimasukkin zat-zat tertentu. Duh, generasi sekarang banyak banget ya hal-hal yang mesti difilter.
      Teknologi pun udah memanjakan kita :p

      Membuat catatan itu udah jadi senjata gua banget untuk mengingat. Kalo ngga gitu, mungkin hidup gua amburadul *halah*

      Salam kenal juga Bang. Thanks banget lho udah mampir kemari. Maaf ya balesnya lama hehe. Btw, panggil aja gua "Bay" :)

      Hapus
  22. Jadi ini terinpirasi dari Novel yah bro,, tapi bener juga sih manusia itu pelupa, dan seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa kita masih dapat mengigat sesuatu dengan cara misal menulis catatn kecil di buku, menulis di komputer dll. Saya juga sering lupa terhadap sesuatu,, namun tidak begitu sering dan tidak seperti tokoh di dalam Novel diatas,,, kalau saya pribadi lebih sering lupa kalau punya utang diwarung sama bayaran kosan heheheheh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener bro, terinspirasi dari novel.
      Begitulah. Manusia ngga jauh-jauh dari yang namanya lupa hehe. Wah, kalo ngga sering lupa malah alhamdulillah, masih bisa nginget banyak hal.

      Haha, lupa punya utang di warung sama bayar kos jangan dijadiin kebiasaan :D

      Hapus
  23. Kalo aku aneh mas, hahaa
    Dengan kejadian setahun lalu, tanggal beberapa tahun lalu atau apapun yg sudah berbulan-bulan terjadi, aku bisa ngingatnya.

    Malahan aku sering lupa dengan yang baru kejadian sore tadi atau dua jam yang lalu.
    Kadang lupa kalau tadi pagi pake baju apa :'D hahaaa

    Iya, aku sering bikin reminder kayak yang Alice lakukan untuk meminimalisir penyakit Alzheimernya.

    Penasaran dgn filmnya. Pengen nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hebat lho Lan... gua pengen sebenernya bisa nginget detil kejadian lama, gua itu sampe bingung mesti gimana cara ngingetnya haha.

      Ya allah, lo bisa sampe lupa tadi pagi pake baju apa? Haha :p

      Si Alice di novelnya digambarin kalo dia bikin questionare sendiri untuk ngetes dirinya masih bisa inget ngga. Perjuangan yang gigih.

      Iya Lan, sampe sekarang gua juga masih penasaran juga sama filmnya :D

      Hapus
  24. Wiiih, alzheimer.
    Alhamdulillah aku paham dikit-dikit karena pernah bikin KTI tentang ini. Kamu kurang paham di bagian mana, mas? Tanya aja, kalau tau, insya Allah aku jawab :D

    Dan sebenernya, alzheimer itu lebih komoleks lagi daripada sekedar pelupa (demensia), tapi gejala yang paling sering muncul memang itu sih... Jadi di masyarakat seringkali timbul persepsi bahwa alzheimer sama dengan demensia. Padahal nggak gitu :)

    Still Alice sepertinya keren. Bolehlah dimasukkan ke dalam waiting list bahan bacaan kalau libur. Terima kasih sedikit reviewnya, mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, pernah bikin KTI tentang Alzheimer? Keren. Well, kadang masih bingung aja sih sama seluk-beluk Alzheimer. Apakah faktor turunan juga bisa? Kalo orangtua kena, apakah sudah pasti anak-anaknya juga akan kena? Atau ke anak tertentu aja? Begitulah. Karena ngga paham tentang Alzheimer ini hehe.

      Gitu ya, jadi lebih kompleks dari demensia. Jadi makin menyeramkan hehe.

      Oke sip, thanks juga infonya tentang Alzheimer. Novel Still Alice bisa dijadiin bahan bacaan menarik kok :)

      Hapus
    2. *baru ingat sama komen ini*

      Faktor keturunan bisa memperbesar kemungkinan terkenanya penyakit alzheimer. Tapi tidak ada sesuatu yang pasti bahwa apabila orang tua mengidap alzheimer, maka si anak juga akan terkena.

      Tapi ya anak seorang penderita alzheimer itu punya risiko untuk mengidap alzheimer yang lebih besar daripada orang lain, mas. :)

      Hapus
  25. Aku orangnya lupaaan banget -_- pernah mau pergi jauh gitu, pas udah jalan beberapa kilo, eh baru inget kalau aku belum pake helm -_- itu antara lupa sama idiot ya -_-

    nah makanya sekarang aku kalau apa-apa itu harus dicatat, terutama juga buat tulisan diblog. Soalnya ide nulisku itu kalau sekelibat lewat dan nggak dicatat, nanti bisa langsung kelupaan -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, ada lagi lupa pake helm :D mungkin lagi buru-buru pas mau pergi jauh, makanya sampe lupa.

      Bener banget, mesti banget dicatet kejadian atau ide penting. Gua pernah nyesel ngga nyatet ide yang sekelebatan lewat dan ampe sekarang lupa lagi itu ide apa.

      Hapus
  26. Manusia itu pelupa...
    iya, memang. Aku lupa punya kemaren jadian sama yang mana yah... eh?? -__- ahahhahahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusia itu pelupa, dan udah paketannya begitu hehe.

      Waduh, kok bisa begitu? Haha :D

      Hapus
  27. Dari SMP gue suka bahas penyakit ini. Pernah gue bawain waktu presentasi pula. Itu Risma komen Alzheimer sama dengan pikun, jelas salah besar. Alzheimer jauh lebih rumit dari itu. Lupa sampai hal-hal yang mendasar. Iya, kayak jalan pulang kayak yang dibahas di atas, atau orang terdekat, atau bahkan cara untuk makan. Alhasil, nantinya penderita penyakit ini kalau sudah akut hanya bisa diam, bicara pun sulit. Akhirnya bisa berujung pada kematian. Innalillahi, semoga masa tua kita gak begitu ya. Aamiin. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari SMP suka bahas penyakit ini? Wow, keren... ya, udah dijelasin sama si Dara juga kalo Alzheimer lebih kompleks dari sekedar pelupa.

      Iya sih, di novelnya digambarin kalo si Alice lupa hal-hal yang mendasar. Yang membuat dia panik adalah dia lupa jalan pulang, bahkan cara memasak yang emang sudah dia kuasai. Nama makanan pun dia lupa, dan masih banyak lagi deh.

      Duh, serem ya penyakit Alzheimer ini. Semoga kita semua terhindar dari penyakit ini. Aamiin :)

      Hapus
  28. baru2 ini aja nonton film tengah malam gitu ttg alzheimer.. tapi dodolnya nih film kyk ga serius dibikin.. biasalah ya..ala2 sinetron khas anak alay -__-.. masa dokter yg mendiagnosis alzheimarnya, ga pake kata2 halus pas nyampein ke pasien... lgs main ngomong, "Iya, kamu kena alzheimer, perlahan2 ingatan kamu ttg apa aja bakal hilang, dan kemudian meninggal.. jd kamu siap2 aja ya menghadapi itu semua" wkwkwkwkwkw antara miris ama ngebayangin itu kalo dokter beneran ada di dunia nyata, pasiennya apa ga meninggal saat itu juga yak :D

    aku juga pelupa kok mas.. tp kbnyakan sih masalah menghapal jalan.. nth kenapa khusus soal 1 itu aku ga bisa inget.. makanya ke kantor aku lbh suka pake supir ato taxi.. itupun kalo lg sial dapet supir taxi yg ga tau jalan (nth bnran ga tau ato emg ga tau), ya wassalam deh ;p.. biasanya pasti telat ke kantor.. apalagi nih, yg parahnya, kerjaanku itu mobile. jd ga di 1 kantor.. pindah2 dari 1 cabang ke cabang yg lain.. kebetulan ada 30 cabang di jkt, jadi bayangin aja ya, gmn susahnya ngingetin itu kantor semua :D. Kadang2 kalo udh mentok, aku sampe nelpon suami, jadi dia tuh yg kasih ancer2 ke supir taxi.

    makanya juga, tiap kali traveling, aku ga bisa sendirian mas.. bisa2 ga bakal balik ntr ;p.. harus ada minimal 1 yg nemenin.. so far sih travel mate yg setia masih suami ;D.. dan itu juga alasan aku bikin blog lah.. utk nulisin semua tempat, kota dan negara yg prnh aku dtgin, spy ga lupa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi penasaran judul film yang Mba Fanny tonton tengah malem itu. Saya kalo jadi pasiennya mungkin bakal langsung semaput :p

      Menghapal jalan emang kudu jeli, mesti ngeh jalan ini mengarah kemana, nyambung ke jalan apa, bisa ditempuh dari mana aja, dll. Supir taksi yang ngga tahu jalan bisa jadi emang beneran ga tahu hehe, kadang kalo begitu supirnya biasanya minta dituntun sama penumpang :p Dalam kasus Mba Fanny, untung suami bisa turun tangan ngasih ancer-ancer ke supir taksi yang ngga tahu jalan ya...

      Wow, hebat Mba, kerjaannya mobile, sampe pindah dari satu cabang ke cabang laen. Kalo saya mah, mau kantor cabang dibangun sebanyak apa pun, saya tetep dipatok terus di kantor pusat, melototin layar komputer setiap harinya, sampe mata ini rusak lama-lama :p

      Ngga apa-apa, toh traveling bareng orang lain bisa lebih bermanfaat bagi Mba. Hehe, mudah-mudahan ngga sampe nyasar beneran kalo akhirnya harus traveling sendirian :p
      Iya Mba, alesan bikin blognya bagus tuh, at least untuk catatan pribadi.

      Hapus
  29. Baca artikel ini langsung inget diri sendiri.

    Lupa... kayaknya itu bener-bener jadi kebiasaanku hampir tiap hari haha.
    pernah lupa bawa dompet, handphone,,. bahkan parahnya.... kacamata yang dipakai setiaphari (kecuali di rumah) ga dipakai pas lagi keluar rumah, sadar-sadar pas di jalan karena ga bisa lihat hahahhaha. Sempet kepikiran takut kena alzheimer sampai baca artikel "cara mencegah alzheimer" dan dilakuin beberapa kali (kayak megkonsumsi sesuatu dll) -_-

    bener banget kalau note di gadget, post it dll sangat membantu banget untuk mengingat hal yang terlewat/akan terlupakan.

    novel ini seriusan sih baru tahu *katro maap*, dan baru tahu Kristen Stewart main di film ini. jadi pengen cari movienya... pernah lihat movie tentang alzheimer itu yang Korea. Kayaknya movienya bagusss banget ya, karena entah kenapa cerita yang mengandung sesuatu kesedihan bakal sukses...




    salam kenal ya! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah kodratnya manusia ya Han, pelupa. Gua juga gitu kok hehe.

      Hehe, kacamata lo ketinggalan ngehnya pas di jalan ya, ngga bisa lihat :p waduh, mudah-mudahan ga sering ya Han, bahaya juga tuh kalo ada halangan apa-apa di jalan.
      Kalo kacamata, gua ga pake setiap saat, paling kalo pas di depan komputer aja. Pernah sekali ketinggalan di rumah, dan sampe kantor berasa gelagepan ngelihat angka di layar komputer, susah banget mau fokus, jadinya malah ogah-ogahan kerja haha.

      Wow, sampe ngira punya Alzheimer dan ngelakuin sesuatu untuk mencegahnya lewat baca artikel? Well, semoga itu bukan Alzheimer beneran ya :)

      Iya Han, masih banyak yang bisa kita lakuin untuk ngebantu otak ini mengingat-ingat hal, contohnya ya note di hape atau Post-It, as simple as that. Asal apa yang udah kita tulis jangan sampe hilang aja, wah... lain cerita itu hehe.

      Novelnya juga ga terlalu dipublish kok, wajar kalo ngga tahu. Gua juga kalo ga cari tahu sendiri gara-gara tahu filmnya duluan, ya mungkin ga akan pernah ngeh ni novel ada :p Iya, Kristen Stewart main di film ini, adu akting sama Julianne Moore, yang menampilkan performa luar biasa sampe akhirnya bisa dapet piala Oscar :D

      Ya, bener banget, cerita yang mengandung sesuatu kesedihan bakal sukses. Tipe-tipe cerita kayak gitu bener-bener mengandalkan kekuatan menguras emosi penonton, dan ninggalin kesan mendalam abis ditonton.

      Oke, salam kenal juga. Maaf nih baru bisa bales sekarang :p

      Hapus

 

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.