Sebuah Tulisan Memiliki Pengaruh

Image source: sometalkofyouandme.com


















Sebuah tulisan bisa mempengaruhi benak pembacanya.

Apapun yang ditulis, nyatanya setiap alfabet yang digunakan oleh seseorang untuk mengekspresikan sesuatu melalui tulisan bisa sangat berpengaruh pada pembaca lho. Koran, novel, puisi, teks pidato, teks iklan, pesan singkat dan semacamnya adalah bukti tak terbantahkan bahwa apapun yang tertulis bisa memiliki pengaruh.

Kuat atau tidaknya pengaruh sebuah tulisan selain tergantung dari isi (mencakup gaya bahasa, panjang tulisan, jenis huruf dan lain hal), juga tergantung dari daya tangkap si pembaca. Puisi yang dibaca oleh seseorang yang memang mengerti keindahan puisi akan mampu diapresiasi dengan baik (dan merasa terpengaruhi oleh hal itu), sedangkan puisi yang dibaca oleh orang yang tidak mengerti akan puisi... well, mereka tidak akan mendapatkan pengaruh signifikan dari apa yang mereka baca tersebut.

Sebuah tulisan memiliki daya pikat. Itu benar. Kepiawaian si penulis dalam mengolah kata adalah kunci utamanya. Bisa saja sebuah tema yang diangkat oleh dua orang penulis menjadi sangat bagus di tangan penulis A, sedangkan penulis B tidak mampu memaparkannya dengan baik. Permainan kata. Permainan pikiran. Efek yang ditimbulkan bisa sangat luar biasa. 

Lihat bagaimana seorang J.K. Rowling mampu menyihir seluruh dunia dengan ramuan kisah Harry Potter. Jika J.K. Rowling tidak menuliskan itu, dan kita diminta untuk menuliskan ide mengenai sosok penyihir seperti Harry Potter, bisakah kita menyamai kesuksesan kisah J.K. Rowling? Belum tentu. Seperti yang tadi saya bilang, kepiawaian penulislah kuncinya. Saya selalu terpikat saat membaca sebuah novel dimana penulisnya menyisipkan twist yang tak terduga seperti karya Sidney Sheldon. Bisakah orang lain menyamai cara membangun twist seperti yang Mr. Sheldon lakukan? Belum tentu.

Lalu, bisakah kita membuat sebuah tulisan yang berpengaruh? Tentu saja. Tidak usah muluk-muluk seperti kisah Harry Pottter. Kita dapat memilih jenis tulisan apapun yang kita inginkan. Banyak novel dengan ide penulisan unik yang belum dieksplor. Tidak sanggup menulis novel? Tidak masalah. Masih banyak jenis tulisan lain yang bisa kita pilih. Jika tidak memiliki ide, tuliskan saja apa yang ada di pikiran. Tuangkan di media yang tepat.

Kalian yang menggeluti dunia blog pasti sudah paham akan hal ini. Apapun jenis blog kalian, pasti memiliki tulisan yang berdampak kepada pembaca (kecuali blognya kosong melompong, itu lain cerita hehe). Sadar atau tidak, kita para blogger, telah menanamkan pengaruh tersendiri kepada pembaca. Saya kerap kali terpengaruh oleh tulisan beberapa blogger yang mampu mengolah kata dengan baik, biasanya pengaruh positif. Pengaruh tersebut ada yang masih saya rasakan sampai sekarang. 

Luar biasa. 


"If you want to change the world, pick up your pen and write" -- Martin Luther

Coba saja ingat sudah berapa banyak tulisan yang kita baca. Lalu, dari ragam bacaam tersebut, sudah berapa banyak jenis tulisan yang mempengaruhi pola pandang kita, mempengaruhi kehidupan kita. Contoh, mungkin saja dulu kita pernah merasa minder alias tidak percaya diri, namun setelah membaca buku self help mengenai kepercayaan diri, maka kita pun akan terpengaruh. Masih banyak contoh lainnya. Kalian pasti pernah merasakannya, kan?

So, tetaplah menulis, khususnya kalian, para blogger. Kita tidak akan pernah tahu sejauh mana hasil tulisan kita akan berpengaruh kepada pembaca di luar sana.

-Bayu-



Note: Lagu keren milik The SIGIT yang berjudul "Live In New York" mengiringi penulisan kali ini. Lagi-lagi sebuah band lokal yang mampu unjuk gigi dengan kreativitas supernya.

"Get my cash get my career"
"This is my sweet revenge"
Image source: flickr.com

25 komentar

  1. kalau ngebaca postingannya bayu sih uda sekelas motipator deh hihi la kalo tulisan eyke...mau ke komedi kadang garing mau yang inspiring kadang beum ngena ngena banget...huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, Mba Nita bisa aja... hehe anyway, thanks ya, jadi malu :p saya mah belom sekelas motivator.

      Jangan sedih Mba, tulisannya Mba Nita itu informatif kok, saya malah dapet wawasan baru justru dari ngebaca blognya Mba lho, keren kan? Nah itu bukti nyata, blognya Mba Nita udah ngebuka wawasan saya, sekecil dan sebesar apapun infonya.

      Just keep writing. Happy blogging :-)

      Hapus
  2. betul sekali mas tulisan memang membawa dapkat. ya kalo saya sih hanya bisa melalui blog saja. meskipun belum tentu membawa pengaruh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menulis di blog itu udah pencapaian positif Mas, jadi harus diapresiasi dulu keberanian nge-blog-nya, karena ga semua orang bisa dan mau menuangkan tulisan di blog. Menurut saya, blogger itu adalah orang-orang kreatif yang sanggup menyalurkan buah pikiran ke dalam tulisan.

      Kalaupun dirasa tulisan kita tidak membawa pengaruh... well, setidaknya tulisan di blog kita mempengaruhi diri sendiri untuk terus nge-blog, ya kan? Selalu ada sisi positifnya. Happy blogging :-)

      Hapus
  3. Iya, kadang kalo aku baca novel, majalah atau apapun gitu sering kebawa suasana. Terus kadang jadi sadar dan berpikiran positif. Kadang diterapkan kadang khilaf atau lupa.
    Yang jelas semakin banyak baca pasti nambah pengetahuan dan inspirasi..

    Aku setuju nih, kalo kita harus menulis meskipun gak tau juga seberapa besar pengaruhnya kepada pembaca.. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener tuh Rum, novel emang selalu bisa bikin kita hanyut ke dalam jalinan ceritanya, apalagi kalo yang punya twist oke. Ya, semakin banyak baca semakin banyak manfaat positif yang kita ambil.

      "Kadang diterapkan kadang khilaf atau lupa" --> yah, ini manusiawi kok, tenang aja hehe.

      Yup, teruslah menulis. Kita ngga akan tahu dampaknya ke pembaca. Happy blogging :-)

      Hapus
    2. Iya, banyak baca banyak wawasan.n ciahahaa...

      Iya, sih manusiawi khilaf dan lupa duh.. -_-

      Iya.. semangat...!! #eeh apa apaan ini.. ¿¡

      Hapus
  4. Setuju sama Mbak Nita. Ciri khas blog lu itu membangun rasa percaya diri dan motivasi untuk para pembaca. :D

    Hm, sejauh ini gue juga belum mampu menulis novel. Namun, gue tetap berusaha untuk selalu menulis. Meski hanya tulisan di blog, ataupun ide-ide di notes hape yang sangat singkat.

    Entah deh, tulisan gue memengaruhi pembaca seperti apa. Semoga saja ke arah yang positif. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terima kasih Yog :D

      Nulis novel itu susah-susah gampang. Draft novel gua sendiri udah ketumpuk kayak apaan, sampe bingung lagi mesti mulai dari mana saking udah lama ga kesentuh haha. Ya, sip deh kalo berusaha untuk selalu nulis. Just keep writing. Semakin sering menulis, semakin terasah kemampuannya.

      Blog lo keren kok, beneran. Lo mungkin ga sadar pengaruh lo ke pembaca sekuat apa. Tulisan di blog lo itu bisa bikin gua cekikikan sendiri pas baca, jadinya ngilangin stres. Arah positif kok, itu yang gua rasain :-)

      Hapus
    2. Samanya, Bay. Draft doang banyak. Satu pun gak ada yang kelar. :(

      Alhamdulillah deh kalo gitu. Makasih ya udah sering main ke blog gue. :D

      Hapus
    3. Haha... kita sama-sama butuh keajaiban untuk bisa termotivasi lagi ya ngotak-ngatik draft. Ayo semangat Yog *nyemangatin diri sendiri juga :D*

      Oke sip :-)

      Hapus
  5. Hebatnya kata ia mampu memberi warna, mau disampaikan secara lisan ataupun tulisan ia akan bermakna. Ada warna ceria, warna sendu, warna rindu bahkan resah. Dan menulis itu adalah proses, proses menebar manfaat dan mengikat ilmu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nice comment, thank you.

      Beragam warna bisa diberikan oleh "kata", tinggal bagaimana pintarnya kita mengolah kata tersebut. Menulis adalah sebuah proses, setuju sekali. Dengan begitu banyaknya manfaat menulis, maka menulis seharusnya sudah jadi bagian dari hidup.

      Hapus
  6. Itulah hebatnya tulisan, sudah banyak tulisan yang saya baca dan akhirnya memberikan pandangan pada saya akan suatu hal. Hebatnya tulisan bisa membunuh ribuan orang dengan satu pena. Sedangkan senjata hanya satu-satu. Maka mari tulis hal yang selalu bermanfaat mas. Kalau patokannya, tulislah dengan hati. Itulah pesan yang saya dapat dari ibu saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semakin banyak membaca pastinya akan semakin dapet banyak pandangan ya Mas. Dengan sendirinya otak kita akan memilah, menyimpan dan memproses semua bacaan itu biar bisa dipake suatu saat diperlukan.

      "Tulisan bisa membunuh" --> wah, keren juga nih istilahnya. Setuju, dampak sebuah tulisan bisa sedemikian hebatnya lho.

      Sip, menulis dengan hati udah paling oke deh :-)

      Hapus
  7. Satu hal yang saya pegang sampai saat ini dengan menulis itu berbagi dan abadi. Karena tulisan kita bisa dikenang sepanjang masa jika bermanfaat bagi orang lain. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berbagi dan abadi --> kalimat yang pas. Saat sudah meninggal pun, jasad seseorang boleh saja dilupakan (terbuang, dibakar, dll), tapi karyanya ngga bisa dilupakan begitu saja, contohnya adalah hasil tulisan dia. Kalo kita menulis, dengan sendirinya udah membuat diri kita "abadi" sepanjang masa. :-)

      Hapus
    2. Bener banget mas, tapi Insya Allah dengan berkarya (salah satunya dengan menulis) jasadnya pun nggak dilupakan. Malahan mulai dari awal ia hidup, kecil, remaja, dewasa hingga kematiannya pun terkadang diriwayatkan agar tetap terkenang.

      Tapi sayangnya terkadang ada beberapa oknum yang sengaja mengubah riwayat tersebut sehingga yang seharusnya namanya harum akan karyanya malah tercemar.

      Hapus
    3. Oya bener juga bro, riwayat hidup bisa diabadikan mulai dari masa lahir hingga kematiannya. Nah, itulah inti dari kekuatan tulisan, kan? Sebuah tulisan riwayat hidup yang asli "dibalas" lagi dengan mengedit dan merubahnya, jadinya tercemar deh.

      Tulisan dibalas dengan tulisan. Kalau sudah seperti itu, baik riwayat hidup yang asli ataupun yang telah dirubah, keduanya bisa memberikan pengaruh tersendiri kepada pembaca.

      Hapus
  8. Nah, kepiawaian si penulis tersebut mengolah kata juga nggak semata karena dia memang dasarnya jago. Pastinya juga tergantung dari buku atau referensi yang pernah dibacanya, yang kemudian menghasilkan buah pemikiran lain yang baru. Cmiiw.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, bener juga, setuju bro. Buku dan bahan bacaan lain (yang notabene berisi deretan tulisan, baik itu formal maupun non formal) pastinya akan berpengaruh ke perbendaharaan kosakata si penulis. Semakin banyak bahan bacaan yang dibaca, otomatis akan semakin banyak kosakata yang didapat, plus semakin jeli mengkonsep/menghasilkan sebuah pemikiran :-)

      Hapus
  9. Gyaaaa... tulisannya bagus :'D
    can't agree more. Dan pastinya good writer is a good reader :]
    Well, keep it up... happy writing dan salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you very much :D i just write what comes to mind. Kalopun dianggap bagus, alhamdulillah hehe.

      Totally agree with you. A good writer is a good reader. Reading is a great way to improve our writing skill.

      Happy writing, happy blogging, dan salam kenal juga :D

      Hapus

 

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.