Sudahkah Kita Berterima Kasih?


Image source: here

Terima kasih adalah sebuah kalimat yang simple namun penuh makna. Semua bahasa di dunia memiliki pengucapan tersendiri mengenai terima kasih ini, dengan tulisan khas masing-masing, namun maknanya tetaplah sama. Maknanya tetap universal: mengutarakan sebuah perasaan bahagia atas bantuan yang telah diberikan oleh pihak lain kepada kita.

Manusia adalah makhluk sosial, artinya kita tidak dapat hidup sendiri di dunia ini. Meskipun kita selalu mengagung-agungkan makna mandiri, independen, strong dan sebagainya, namun tidak bisa dipungkiri bahwa manusia paling anti sosial sekalipun tetap membutuhkan peran manusia lain dalam kehidupannya. Tidak mungkin tidak. Dengan demikian, setiap harinya di dunia ini selalu terjadi interaksi antar manusia. Akan selalu ada hubungan timbal balik disini: satu pihak membutuhkan bantuan, sementara pihak yang lain mengulurkan bantuan.

Tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, artinya memberi lebih baik daripada menerima. Apakah kita lebih banyak memberi atau menerima? Hanya Allah SWT yang tahu, karena telah mengirimkan malaikat pencatatat amal kita. Kita boleh berbangga lebih banyak memberi, tapi apakah benar kita telah banyak memberi, padahal sesungguhnya kitalah yang banyak menerima?

Lupakan statistik memberi atau menerima ini, karena gua ingin mengetengahkan sesuatu: saat kita "memberi", apakah kita ikhlas? Jangan-jangan selama ini kita hanya mengharapkan pujian atau semacamnya. Dan saat kita "menerima", apakah kita sadar orang lain telah membantu kita, sehingga kita dengan tulus mengucapkan "terima kasih"? Jika tidak, pikirkanlah lagi. Jangan sampai pihak yang telah membantu kita merasa tersakiti hanya karena kita tidak tahu terima kasih. Dan untuk orang-orang yang memberi, usahakanlah memberi dengan ikhlas. Jika kita tidak menerima respon baik dari orang yang telah kita bantu, jangan bersedih atau bahkan marah. Ikhlaskanlah, karena Allah SWT akan mencatat pahala kita. Mungkin suatu saat kita juga akan dibantu oleh orang lain, di waktu yang tidak kita duga. Itulah balasan yang setimpal atas keikhlasan kita.

So... berterima kasihlah kepada pihak-pihak yang telah membantu kita selama ini, siapapun dia. Ucapkan dengan tulus. Itu akan sangat bermakna di mata sang pemberi bantuan. Jangan sampai kita lupa mengucapkan terima kasih, dan orang yang memberi bantuan tersebut sudah keburu dipanggil oleh Allah SWT.

-Bray-

Note: Lagu "What I Wouldn't Do" milik A Fine Frenzy mengiringi penulisan artikel ini. Komposisi pop dan folk yang indah.


Image source: here
READ MORE - Sudahkah Kita Berterima Kasih?

My Top Playlist

I have no idea harus nulis apa, jadi mending gua tulisin list lagu favorit versi gw sendiri. Mungkin ada yang menyukai lagu di dalam daftar ini, mungkin juga tidak, atau mungkin tidak mengetahui sama sekali. Nevermind. Ini kan versi gua sendiri. Oke, here are the list:

1. FROU FROU with "Must Be Dreaming"
 
 Image source: wikipedia
                                       
Ini lagu udah lama, dari sekitar tahun 2002. Duo elektronika asal Inggris yang terdiri dari Guy Sigsworth dan Imogen Heap ini menelurkan album "Details" yang gua akuin menjadi favorit gua sepanjang masa. Perpaduan duo musisi handal tersebut berhasil menciptakan karya-karya yang menurut gua sangat menakjubkan. Sayang mereka bubar, tanpa sempat menelurkan album kedua (tapi sempat membuat single).  Kini mereka berkarir dengan proyek masing-masing. But still... lagu Must Be Dreaming ini tetep menjadi favorit gua. Ever. Lagu ini berhasil menyelamatkan gua dari suntuk, penat, stres, dll. Vokal Imogen Heap yang unik membuat lagu ini tampil brilian.


2. IMOGEN HEAP with "Goodnight And Go"


Image source: fanpop.com

Kalo tadi Frou-Frou, sekarang adalah mantan vokalisnya. Berkarir solo, kali ini Imogen Heap mencoba peruntungannya di kancah musik dunia. Album pertamanya, I Megaphone, belum berbicara banyak, namun di album kedua, Speak For Yourself, Imogen membuktikan musikalitasnya. Seolah-olah musisi Inggris ini ingin membuktikan kepada semua orang bahwa dia bukan hanya menyanyi, namun mampu menciptakan musik sendiri. Tanpa dukungan Guy Sigsworth, nyatanya Imogen mampu membuat hits, dan merambah pasar Amerika Serikat (pasar yang selalu ingin ditembus oleh semua musisi tentunya). Lagu ini diambil dari album Speak For Yourself, dan cukup tenar. Intronya sangat memorable, begitu pula liriknya. Sebuah komposisi yang disusun dengan rapi oleh Imogen. Good job

Baca juga: Tahapan Menyukai Sebuah Musik 

3. GOTYE with "Save Me
                  
Image source: speakertv.com

Mungkin kalo mendengar nama Gotye, sebagian orang mengaitkannya dengan lagu Somebody That I Used To Know (feat. Kimbra) yang berhasil menggondol dua Grammy di tahun 2013 untuk Record Of The Year dan Best Pop Duo/Group Performance (i still remember that moment). Kenapa? karena emang lagu itu yang paling tenar. Tapi jika kita mendengarkan full album Gotye yang Making Mirrors, ada sebuah lagu yang entah kenapa begitu gua dengerin pertama kali, lagunya langsung nempel di kepala, dan membuat gua ingin mengulangnya terus-menerus. Lagu itu berjudul "Save Me". Gua merasa terkait dengan liriknya. So deep. Video klipnya juga keren. Gotye menurut gua adalah seorang musisi yang penuh talenta, dan dia benar-benar membuat sebuah musik yang penuh makna, bukan demi mengejar keuntungan semata. That's why i love this song.


4. AMY WINEHOUSE with "You Know I'm No Good"


Amy Winehouse wallpaper

Image source: gentside.com

Wanita eksentrik yang satu ini emang ga ada duanya. Memulai debut albumnya di tahun 2003, Amy terus berkarya, dan album Back To Black-lah yang mengantarkannya ke jalur sukses secara internasional. Amy Winehouse berhasil membawa lima Grammy di tahun 2008 (dari enam nominasi), dan itu sudah membuktikan kalau dirinya dipandang baik oleh kritikus musik. Meskipun lagu "You Know I'm No Good" tidak dinominasikan ke Grammy, tapi lagu inilah yang paling gua suka dari Amy. Vokalnya unik, dan genre yang diusungnya adalah soul, blue-eyed soul, R&B, jazz, campuran itulah. Sayang kecintaannya pada alkohol membuat nyawanya melayang di tahun 2011, padahal jika dia masih hidup, gua yakin dunia musik akan mendapatkan lagi berkah album-album berisikan lagu bagus darinya. RIP Amy Winehouse. Oya, Amy Winehouse juga memiliki style dia sendiri: rambut tinggi khasnya itu. Dan tatonya.


Baca juga: Menikmati Playlist Lagu yang Diacak Melalui Shuffle

5. SKRILLEX FEAT. SIRAH with "Bangarang"

  

Image source: dailyprincetonian.com

Musisi pengusung EDM (electronic dance music) ini juga ga kalah eksentrik. Bernama asli Sonny John Moore, Skrillex mengolah musik elektronik menjadi sangat tidak ada duanya. Genre dia mencakup dubstep, electro house, EDM, post-hardcore, campuran itulah. Lagu Bangarang ini diambil dari album berjudul sama di tahun 2011. Coba deh dengerin lagu ini. Mungkin awalnya akan berpikir, "ini lagu apaan sih? Kagak jelas banget..." tapi lama-kelamaan didengerin... wow, dia memiliki gaya tersendiri dalam memainkan elektronic music. Ngga ngebosenin denger lagu ini. Beatnya yang menghentak membuat kita jadi bersemangat (atau gua doang yang ngerasa gitu?). Yang pasti pilihan gua tepat, karena lagu ini berhasil memenangkan Grammy untuk Best Dance Recording di tahun 2013, dan albumnya pun menang di kategori Best Dance/Electronica Album di tahun yang sama. Sebuah pencapaian yang fantastis. Ngga nyesel gua dengerin albumnya. Emang bagus.


Oke, itu dulu lima list. Sisanya dilanjutin di postingan berikutnya. Masih banyak lagu-lagu bagus yang menjadi favorit gua. 


-Bray-


Note: Lagu "Bangarang"-nya Skrillex Feat. Sirah mengiringi penulisan kali ini. Ga pernah bosen dengerin musik electronic dance yang satu ini.



Image source: skrillexmerch.com
READ MORE - My Top Playlist

Membuat Sebuah Keputusan


Image source: streamfoundations.com


Hidup itu penuh pilihan, itu kalimat yang banyak sekali dikutip orang, entah siapa yang pertama kali mencetuskannya. Hidup katanya penuh rintangan, jadi dengan memilih keputusan yang tepat dalam hidup, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan.

The question is... bagaimana kita bisa tahu keputusan apa yang paling tepat?

Well, gua ingin memberi gambaran mengenai seorang bos yang sudah makan asam garam pekerjaan yang dilakoninya. Katakanlah dia sudah bekerja selama puluhan tahun, menangani banyak masalah, mengurusi ini itu hingga semuanya lancar dan memberi keuntungan pada perusahaan tempatnya bernaung. Pada awalnya, dia mengawali karir sebagai staf biasa, menanjak menjadi supervisor, kemudian wakil manajer, manajer, hingga menjadi direktur (kayaknya jenjang karir ideal banget ya? Tidak apalah, namanya juga contoh, dan gua yakin banyak kok kasus begini di luar sana). Di level bawah, dia menjalani pekerjaan yang cenderung rutin, tidak membutuhkan banyak pertimbangan. Semakin bekerja, dia mulai tahu seluk-beluk dunia pekerjaannya, hingga menanjak ke level yang lebih tinggi. Di sini dia ditantang untuk mengambil keputusan atas beberapa kasus, namun belum terlalu pelik. Semakin meningkat ke atas, dia semakin dihadapi oleh berbagai masalah yang menuntut penyelesaian segera dan hasilnya memuaskan.

Sulit? Tentu saja. Tapi orang ini tidak patah semangat. Terkadang keputusannya yang diambil salah, namun dari kesalahan itu dia belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Semakin lama insting menyelesaikan masalahnya pun semakin meningkat tajam, sehingga semua masalah dapat dilewatinya dengan sukses. Seluruh keputusan yang dia buat, meskipun beresiko, tetap menghasilkan manfaat. Pengalaman dan ilmulah yang membuatnya menjadi sosok "decision maker" sejati.
                             
Nah, itulah yang kiranya bisa kita terapkan. Setiap hari selalu muncul masalah dalam kehidupan kita, dan harus diakui, dalam lingkup yang paling sederhana, kita selalu menjadi "decision maker": kapan kita harus bangun pagi, jalur mana yang dilewati untuk sampai ke tempat beraktivitas, makanan apa yang harus disantap untuk makan siang, baju apa yang harus dikenakan, dan sebagainya. See? Hidup ini memang penuh pilihan.

Baca juga: Ayo Pilih: Good Mood atau Bad Mood?

Satu hal yang pasti, resiko selalu ada dalam setiap keputusan yang kita ambil. That's why dibutuhkan pemikiran tenang dalam menentukan keputusan, dan yakinlah akan setiap keputusan yang kita ambil. Ingat, selalu ada resiko, jadi biarkan nurani kita yang memandu, dan jika pilihan kita salah, jadikan pelajaran untuk di kemudian hari. Jika kita ragu-ragu dalam mengambil keputusan, ingatlah bahwa Allah SWT siap membantu kita menentukan keputusan yang tepat.

Be a better person. Good luck!

-Bray-


Note: Penulisan artikel kali ini ditemani oleh lagu Adele yang berjudul "I'll be Waiting". Such a nice song.



Image source: wikipedia
READ MORE - Membuat Sebuah Keputusan

Seimbangkan Antara Pekerjaan dan Kehidupan


Image source: powerpictures

Pekerjaan gua di kantor adalah mengurus angka-angka laporan keuangan. Angka yang mencerminkan transaksi yang terjadi selama periode pelaporan untuk beberapa perusahaan. Angka yang dapat ditambah, dikurangi, dibagi atau dikali, terdiri dari 0 sampai 9. Deretan angka tersebut dirangkai sedemikian rupa sesuai peruntukannya demi sebuah laporan keuangan yang baik.

Salah satu laporan yang harus disusun bernama Laporan Posisi Keuangan (atau istilah umumnya, neraca). Laporan ini spesial, dan salah satu bentuknya (dari dua bentuk yang ada) menggambarkan posisi keuangan perusahaan dalam dua bagian: kanan dan kiri. Jumlah total setiap bagian harus sama, dalam artian jumlah angka di sisi kanan harus sama dengan yang dilaporkan di sisi kiri, atau istilah kerennya, balance. Itu prinsip mendasar. Jika tidak sama, berarti ada masalah dalam penyusunannya.

Nah, itulah yang gua rasakan hari ini. Laporan yang gua susun tidak balance, padahal telah menggunakan program untuk meng-input-nya. Proses pencarian kesalahan dan membuat programnya berjalan dengan benar telah menghabiskan hampir satu setengah hari lamanya, dibantu oleh pihak yang mengerti akan hal tersebut. Meskipun akhirnya laporan menjadi balance, gua menemukan sebuah pelajaran: dibutuhkan pikiran yang tenang untuk mencari letak kesalahan dan melakukan tindakan yang benar agar hasilnya seimbang.

Gua ga akan menjelaskan panjang lebar mengenai pekerjaan dan segala seluk-beluknya (pasti ngebosenin), yang ingin gua tekankan disini adalah prinsip keseimbangan itu juga harus diterapkan dalam hidup kita. Terkadang kita sulit dalam menyeimbangkan antara urusan pribadi, urusan keluarga, pekerjaan dan lain sebagainya. Dalam proses aktivitas sehari-hari, selalu ada satu urusan yang mendominasi, entah pekerjaan atau pribadi. Gua akan salut dengan orang-orang yang dapat menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan, karena itu cukup sulit untuk dilakukan, terutama jika salah satu urusan lebih menyita waktu daripada urusan yang lain.

Itulah problematika masyarakat urban, bukan? Waktu seolah berjalan dengan sangat cepat, dan setiap harinya seolah tidak ada habisnya untuk mengurusi pekerjaan.

But please... pikirkan sejenak. Keseimbangan itu perlu, karena kita tidak hanya hidup untuk pekerjaan, kita juga hidup untuk orang lain: keluarga, teman, sahabat, dan lainnya. Mereka juga membutuhkan perhatian kita, dan tidak dapat dipungkiri, kita pun membutuhkan perhatian mereka.

Seimbang bukan hanya untuk urusan duniawi saja, karena kita juga mesti menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat. Gua seorang muslim, jadi dituntut untuk dapat menyeimbangkan kedua hal tersebut. Tidak mudah, nmaun itulah tantangannya. Semua kebaikan yang sulit untuk dijalani, yakin saja hasil akhirnya pasti akan baik.

So... kembali ke diri masing-masing. Mulailah menjalani kehidupan yang seimbang, baik antara urusan pribadi dan non pribadi, atau antara urusan dunia dan akhirat. Sekali lagi, memang itu semua tidak mudah, namun kita harus tahu apa hasil manis yang akan diperoleh jika dapat menjalani kehidupan yang seimbang.

Good luck!

-Bray-

Note: Lagu yang didengarkan dalam penulisan kali ini adalah Gypsy And The Cat dengan "The Piper's Song", sebuah alunan indah.


Image source: soundcloud.com
READ MORE - Seimbangkan Antara Pekerjaan dan Kehidupan

Konsistensi Atas Resolusi Yang Dibuat



Image source: www.megandredge.com


Tahun 2015 sudah memasuki bulan ketiga, yaitu bulan Maret. Biasanya di awal tahun banyak yang membuat resolusi, atau dengan kata lain "daftar kegiatan yang harus dilakukan sepanjang tahun". Resolusi tersebut bermuatan positif tentunya (gua ga pernah menemukan ada orang yang membuat resolusi negatif, atau memang gua yang ga tahu? Whatever). Beberapa jenis resolusi yang populer adalah: menikah, memiliki pekerjaan tetap, memiliki anak, melanjutkan pendidikan, dan sebagainya. Membuat segudang resolusi sah-sah aja, toh untuk tujuan perbaikan hidup. The problem is... tidak semua mampu mewujudkan resolusi yang telah dibuat.

Why?

That's a good question. Coba tengok diri kita sendiri. Apakah kita membuat resolusi? Jika tidak, sah-sah juga, terserah kita mau kita apain hidup ini. Mungkin mereka yang tidak membuat resolusi berpikir bahwa resolusi akan mengikat mereka selama setahun ke depan, dan jika tidak dilaksanakan, akan membuat tekanan tersendiri pada diri pribadi. Sekali lagi, pemikiran itu sah-sah aja, namun gua lebih memilih berada di tim "orang-orang yang membuat resolusi", karena dengan itu kita menjadi tahu akan kemana setahun ke depan. Diharapkan di tahun depan kita akan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Kini untuk yang memilih membuat resolusi: apakah kalian telah melaksanakannya? Let's say... dari lima resolusi yang dibuat, apakah kelima-limanya ada yang telah dilaksanakan, sedang dilaksanakan, atau tidak sama sekali? Untuk yang sedang melaksanakan atau bahkan telah selesai melaksanakan, selamat, berarti kalian berada di koridor tepat (dengan catatan resolusi yang dibuat adalah positif untuk kehidupan pribadi ya, bukan negatif). Untuk yang belum mulai... sisihkan beberapa menit untuk berpikir: apa ada yang salah dengan resolusi yang dibuat, atau kalian terjebak rutinitas kehidupan sehingga selalu saja ada alasan menunda? Jika ada yang salah dengan resolusinya (misal terlalu sulit dipenuhi, dll) dan sepanjang masih bisa dirubah, rubah saja sesuai kemampuan kita. Tapi jika tidak, mau tidak mau kalian mesti memiliki niat kuat untuk mewujudkannya.

Lain halnya jika masalah utama terletak pada diri kita: malas. Itulah yang membuat kita terus menunda menjalankan resolusi yang telah disusun. Malas karena terlalu banyak perkerjaan, malas karena waktu tidak pernah memihak, malas memulai, malas ini itu. Ah, itu hanya statement pikiran saja. Pikiran kita sudah memblok semuanya, menjadikan kita kembali ke zona nyaman dan tidak mau berubah. Come on... bergeraklah! Take an action. Ingat, there's a risk in doing nothing, artinya ada risiko jika kita tidak melakukan apa-apa. Mungkin selama ini kita selalu berpikir... "ga pa-pa ga ngapa-ngapain, toh hidup masih berjalan." Itu jebakan. Dengan tidak melakukan apa-apa untuk perubahan, kita tidak akan memiliki kehidupan yang bermakna. Trust me.

Oke, gua ga akan ceramah panjang lebar. Intinya, diperlukan konsistensi dalam menjalankan resolusi. Bertindaklah untuk mewujudkan resolusi tersebut. Akan selalu ada jalan jika kita menguatkan niat. Niat itu penting. Niat yang akan kembali menuntun kita jika di tengah jalan kita patah semangat.

So... tanamkan konsistensi. Masukkan ke dalam kamus kehidupan kalian, dan nikmatilah hasil resolusi yang telah dijalankan. Masih ada waktu beberapa bulan ke depan. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

-Bray-

Note: Lagu yang mengiringi penulisan kali ini adalah milik Sia yang berjudul "Elastic Heart." Sebuah komposisi penuh artistik. Good job Sia.



Image source: wikipedia.org
READ MORE - Konsistensi Atas Resolusi Yang Dibuat

Musik Baru, Semangat Baru


Image source: www.macrumors.com

Musik adalah salah satu ciptaan manusia yang sangat unik menurut gua, karena musik mampu menghantarkan semacam energi tersendiri (baik positif maupun negatif) ke dalam tubuh, dan itu semua masuk melalui telinga.

Kenapa gua membahas musik? Karena musiklah yang banyak berperan membangun kehidupan gua, mulai dari bangun tidur, beraktivitas seharian, hingga akan kembali tidur. Setiap harinya. Musik juga yang membantu gua melewati setiap tahapan kehidupan sejak kecil, jadi gua sangat berterimakasih kepada semua musisi yang mampu membuat hidup gua lebih berwarna dengan karya mereka.

Sebenernya, gua cukup menggemari berbagai genre, sebut saja: pop, dance, techno/electronica, country, folk, americana, R&B, jazz, klasik, hingga musik tradisional (untuk beberapa daerah tertentu). Tapi itu semua belum merangkum seluruh genre yang ada di dunia musik, karena tidak semua gua suka, dan lucunya, gua lebih tertarik musik produk internasional ketimbang lokal. Entah kenapa, please don't judge me wrong. Ada beberapa musisi lokal yang gua suka, dari mainstream sampe indie namun ga sebanyak gua suka musisi internasional. Gua tidak mencacat produk lokal. Masalah selera aja hehe.

So... kembali ke topik. Musik dapat merubah mood kita dalam sekejap. Jika kuping kita mendengar sebuah alunan musik yang menurut kita bagus, maka tanpa sadar tubuh akan mengeluarkan reaksi kimia yang menyebar ke seluruh badan (ini istilah gua doang, dari yg gua rasain selama ini), menjadikan kita senang, marah, sedih ataupun emosi lainnya. Apakah kalian ngerasa gitu juga? Atau jangan-jangan gua doang yang berlebihan dalam memaknai musik? Hehe.

Itulah sebabnya gua mendengarkan musik untuk menunjang aktivitas, meski tidak full. Dalam sehari pasti mendengarkan musik. Beneran, karena efeknya yang dahsyat itu, gua pun membuat schedule tersendiri kapan aja dalam sehari gua mesti mendengarkan musik.

Baca juga: My Top Playlist

Mungkin di antara kalian ada yang seneng dengerin satu jenis musik tertentu, itu sah-sah aja. Kembali ke selera. Tapi gua mau mengatakan bahwa ada begitu banyak genre di dunia ini (dunia ini luas bro), dan hanya terpaku pada satu genre saja.... well, tidak disarankan. Dengan memperluas area penerimaan kuping kita akan genre lain, maka kita akan menemukan "dunia" berbeda. Yang biasanya dengerin pop, coba melangkah ke R&B dan rap; yang biasa dengerin rock, coba melangkah ke country/american roots music, dan sebagainya.

Cobalah satu hari aja, dalam beberapa menit, dengerin genre yang berbeda. Kalau pertama kali mungkin masih aneh, tapi lama kelamaan kita akan menemukan pola dalam genre itu, dimana otak kita akan memprosesnya menjadi sebuah "kenikmatan". Mudah-mudahan, kalo udah kepincut sama satu lagu di satu genre, kalian akan penasaran untuk mencari lagu lain di genre tersebut. Dengan begitu, semakin luaslah wawasan musik kalian.

Gimana cara nemu genre tertentu? Oh come on, dunia sudah sangat terglobalisasi saat ini. Melalui internet, kita akan menemukan banyak musik. Coba melalui youtube, iseng-iseng dengerin satu genre, trus kalo klop, bisa download legal, atau cari CD-nya di toko (gua tidak menyarankan download ilegal). Coba juga searching di Google.

Mari memulai sesuatu yang baru, dan musik bisa jadi langkah awal yang sederhana. Musik baru bisa membuat semangat baru.


-Bray-

Note: Saat menulis ini, gua dengerin lagu "King" dari Years And Years untuk menambah semangat. Ga tahu musisi itu? Googling aja :-) siapa tahu bisa jadi favorit kalian.


Image source: www.soundcloud.com
READ MORE - Musik Baru, Semangat Baru

Start A New Beginning





Image source: www.merdeka.com


Start a new beginning... 

Sebuah judul yang cocok untuk semua orang yang merasakan kejenuhan dalam hidup. Pernah ngga kalian merasakan kalo aktivitas yang kita jalani sehari-hari itu membosankan? Mulai dari bangun tidur, mandi, sarapan, pergi ke tempat beraktivitas (entah itu sekolah, kantor atau lainnya), sampe pulang kembali ke rumah dan tidur. Begitu seterusnya. Belum lagi ditambah bumbu membosankan lainnya, mulai dari macet di jalan (khususnya yang merasakan bagaimana stresnya macet di kota Jakarta), lingkungan yang tidak mendukung, relasi yang menyebalkan, hubungan sosial yang runyam, kondisi perekonomian yang carut-marut dan sebagainya.

Kalau udah begitu, bukankah paling enak untuk teriak? Lampiaskan semua emosi yang terpendam.

Sayangnya sebagian besar kita yang mengalami hal tersebut tidak mampu untuk mengeluarkan emosi yang terpendam. Sebuah emosi yang muncul dari kebosanan akibat rutinitas yang mengikat. Padahal mengeluarkan emosi itu baik lho, jika disalurkan ke dalam aktivitas positif tentunya. Olahraga adalah sebuah aktivitas pelepas emosi yang mantap. Jika dalam berolahrga justru muncul sebuah emosi lain, itu lain cerita.

Intinya, kita sebagai pelaku aktivitas membosankan setiap harinya, harus mampu untuk mengidentifikasi apa kiranya yang membuat hidup kita ini tampak membosankan. Akui saja, kebanyakan dari kita menjalani hidup demi mengejar sebuah "harmonisasi lingkungan", atau dengan kata lain: mengikuti apa yang sudah ada. Mengikuti jejak orang-orang lain yang telah melakukan pekerjaan yang nyatanya juga mengikuti pekerjaan orang lain (mengerti maksud gua?).

Kita terpacu untuk mengikuti grand design yang telah dipolakan oleh masyarakat: sekolah, bekerja, menikah, memiliki anak, dan seterusnya. Tuntutan kehidupan yang layak, finansial oke, tubuh sempurna, dan semacamnya, telah membuat kita lupa bahwa hidup ini singkat. Untuk apa kita terobsesi dengan hal-hal semacam itu?

"Harmonisasi lingkungan" memang tidak dapat dipungkiri mesti dijalani. Masa iya kita tidak bersekolah, masa iya kita tidak mau menikah, masa iya kita tidak ingin memiliki anak. Poinnya adalah melakukan semua itu dengan bermakna. Galilah makna dibalik seluruh pola masyarakat itu: apa sih kegunaan sekolah? Apa kegunaan membentuk sebuah keluarga dan memiliki anak?

Jadi berat ya omongannya hehe. Oke, let's skip those thing behind. Gua ga mau ceramah panjang lebar mengenai harmonisasi lingkungan. Gua cuma mau menuangkan tema "start a new beginning."

Mulailah sesuatu yang baru. Dan ini yang gua praktekkan hari ini: dengan mulai menulis blog. Gua bukanlah tipe orang yang mampu mengeluarkan emosi dengan teriak. Jeleknya, emosi itu malah gue pendam, ujung-ujungnya stres. Makanya gue kurus haha. And then i start to think... kenapa ga menulis untuk mengeluarkan uneg-uneg?

Kalo diibaratkan diary, mungkin blog pribadi ini bisa dianggap sebagai diary of life, tapi gua ga akan membuatnya cuma sekedar ajang curhat. Gua akan mencoba mengeluarkan apa yang ada di pikiran gua, apa yang gua minati, dan sebagainya. Gua cuma ingat pernah membaca sebuah artikel yang intinya begini: menulis itu baik untuk kesehatan.

That's it. As simple as that.

So... let's start a new beginning. Welcome to my blog  :-)

-Bray-

READ MORE - Start A New Beginning
 

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.